Kalau Namanya Kenangan Itu “Melekat”

Berbicara soal kenangan ya . . .

Hemm banyak banget sih kenangan yang tersimpan entah itu baik atau malah sebaliknya. Rasa-rasanya aku adalah orang yang gemar menyimpan kenangan. Entah dalam pikiran atau aku kuabadikan dalam sebuah foto, tulisan, dan jurnal.

Ngomong-ngomong soal jurnal, aku juga baru belajar dan sedikit tahu soal itu. Hampir-hampir mirip seperti diari tapi lebih berwarna saja. Dibuat menarik dan nggak monoton. Nah aku mulai tertarik, jadi kerap mengabadikan banyak hal dalam jurnal. Walau sadar tulisan nggak bagus, kalau soal berkreasi juga nggak jago hihi.

Ini jurnal yang lagi aku pakai

Aku berusaha mengabdikan kenangan yang aku punya lewat jurnal. Entah di jurnal tulis (note) atau jurnal digital seperti sekarang. Setiap hal yang aku lewati, yang aku dapat, rasakan, kesemuanya menjadikanku sampai sekarang. Walau kita memang tak boleh terpuruk pada kenangan buruk yang malah membuat kita jalan di tempat.

Aku sangat suka mengabadikan hal , jadilah juga blog isinya ya kalau nggak curhat ya kenangan yang ku dapat. Begitu juga di buku jurnal yang aku punya. Bdw, ini malah ngomongin soal jurnal ya hihi. Jadilah banyak hal random aku abadikan dalam jurnal. Itu menjadi kesenangan tersendiri bagiku sih. Kalau pas buka-buka lagi rasanya senyum-senyum sendiri kadang juga mengutuk, tulisanku kok nggak ada rapi-rapinya ya (dalam note).

Soal kenangan buruk, entah aku juga beberapa masih teringat. Apalagi soal “kekecewaan”, entah dengan siapun rasanya tetap melekat pada memori. Ini nggak baik sih, aku kalau udah ngerasa banget sedih dan rasa kecewa mendalam sama orang aku nggak bakal bisa baik-baik seperti semula dengan mereka yang membuatku demikian.

Hahaha kalau kalian baca curhatanku beberapa minggu ini, itulah salah satu contoh bentuk alasanku kecewa sama orang. Dan itu bener-bener jadi kenangan buruk alias nggak mau ngulang hal yang sama. Mungkin semua juga karena ulahku, tapi intinya sekarang antisipasi dahulu saja.

Bukankan semua orang yang ada di kehidupan kita selalu memberikan pelajaran?

Heran! ini tulisan kek nggak ada arah tujuan pasti ya ,,, mon maap ya hihi.

Baca juga tulisan Mbak Ria : 5 Cara Kreatif Mengabadikan Kenangan

Baca juga tulisan Andhira : 03. Tentang Memori atau Kenangan

4 thoughts on “Kalau Namanya Kenangan Itu “Melekat”

  1. Kenangan akan indah kalau udah diceritakan, walaupun kenangan buruk sekalipun (misalnya diputusin pacar, jatuh dari sepeda dg sendirinya dll).
    Kadang saya suka menertawakan kenangan buruk itu bersma, seperti saat ditolak istri waktu itu, dan kita tertawa bersama saat mengingat dan membicarakan soal itu.. ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„
    Tapi kalau dikasusmu sekarang, mungkn akan masih terasa pait, tunggulah suatu saat nanti akan ada waktunya kita bisa tertawa saat mengingat kenangan buruk.. (note: tidak semua kenangan buruk loh)

    Liked by 1 person

  2. Serunya kalau rajin menulis di diary atau jurnal, kelak suatu hari nanti kalau dibaca kembali bisa jadi bahan tertawaan ๐Ÿคฃ
    Ini yang aku rasakan saat dulu smp rajin nulis diary, belakangan kalau dibaca lagi, bikin ngakak + geli, tapi jadi keingat kembali banyak kenangan yang terlewatkan di otak berkat membaca diary itu hahaha.
    Jadi, menulis memang suatu cara yang tepat untuk menimbun kenangan ya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s